Tata Cara Mengurus Pernikahan ke Pencatatan Sipil

Kebanyakan pasangan yang merencanakan pernikahan pasti disibukkan dengan berbagai hal yang perlu dipersiapkan. Meskipun persiapan tersebut sudah direncanakan dengan sebaik mungkin, tentu selalu ada saja hal tidak terduga yang terjadi sehingga membuat calon pengantin pun merasa pusing dibuatnya. Selain dipusingkan dengan surat undangan yaang dipesan, sewa gedung, gaun pengantin, pesan makanan di katering, sewa rias pengantin, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hal yang tak kalah pentingnya untuk dipikirkan ialah tata cara mengurus pernikahan ke pencatatan sipil.

Tata Cara Mengurus Pernikahan ke Pencatatan Sipil

Mengurus Pernikahan di Catatan Sipil

Selain mempersiapkan budget untuk mengurus persiapan pernikahan, Anda juga harus mempersiapkan biaya untuk mendaftarkan calon pengantin di catatan sipil. Untuk menunjang dokumen kelengkapan pencatatan, calon pasangan wajib menyediakan fotokopi dokumen dan berkas-berkas penting. Pendaftaran dan pencatatan status baru Anda di catatan sipil penting sekali mengingat pencatatan legalnya  sebuah pernikahan yang berlangsung. Untuk mengurus pernikahan ke pencatatan sipil, ada beberapa tips yang harus dipersiapkan berikut ini :

  1. Persiapkan Materai

Materai merupakan instrumen terpenting untuk menyatakan sahnya pernikahan di pencatatan sipil. Untuk pendaftaran pernikahan sendiri membutuhkan materai yang akan di pasang pada surat pernyataan/keterangan belum menikah dari kelurahan setempat secara terikat dan resmi bahwa Anda tidak berstatus istri atau suami orang lain. Walaupun nilai materai hanya Rp.6000,- saja tapi dengan materai tersebut bisa mengesahkan pencatatan pada status pernikahan secara legal menurut hukum.

Baca Juga :  5 Kaleng Souvenir untuk Ulang Tahun

Selalu persiapkan materai dengan nominal Rp.3000 dan Rp. 6000, karena materai adalah hal terpenting yang sering kali dipakai di berbagai perjanjian. Materai itu sendiri bahkan sudah ada di bawah naungan Undang-Undang No.13 tahun 1985 tentang Bea Materai. Karena itulah, pemakaian materai untuk berbagai keperluan seperti pencatatan status pernikahan bisa menjadi sah.

  1. Fotokopi Dokumen yang Dibutuhkan

Untuk pengajuan pencatatan perkawinan, perlu menyediakan berkas-berkas yang menjadi dokumentasi kantor Capil (catatan sipil) tentang status pernikahan Anda. Berkas yang dibutuhkan juga tidak terlalu rumit, biasanya dokumen penting tersebut berupa fotokopi kartu keluarga dan fotokopi kartu identitas seperti KTP dan akta kelahiran kedua calon mempelai. Untuk cadangan, sebaiknya Anda mempunyai salinan berkas-berkas tersebut sebanyak 2-3 lembar di rumah.

Kantor Capil tak hanya melakukan pencatatan status pernikahan saja tetapi juga melakukan pembuatan dokumen-dokumen berupa berkas perceraian, pembatalan perkawinan,  dan akta kelahiran. Semuanya memerlukan berkas-berkas penting sesuai yang dibutuhkan pada pencatatan status pernikahan. Untuk mengurus keperluan lainnya Anda juga perlu memiliki salinan tersebut, sehingga jika ada yang kurang Anda tak perlu bolak balik ke kantor Capil.

  1. Mengurus Surat Nikah Agama

Pernikahan yang telah diakui sah di negara Indonesia sebelum dilakukan pencatatan di Catatan Sipil yaitu pernikahan yang telah diakui menurut agama. Anda bersama pasangan wajib melakukan akad pernikahan atau pemberkatan pernikahan yang disahkan oleh tiap-tiap pemuka agama. Akad atau pemberkatan nikah tersebut akan mempermudah Anda untuk membawa surat-surat yang perlu dibawa saat mendaftarkan perkawinan ke kantor Catatan Sipil.

  1. Dokumen Asli
Baca Juga :  Ketahui Cara Membuat Souvenir Pernikahan Buatan Sendiri Untuk Membuka Peluang Bisnis

Selain harus mempersiapkan dokumen yang difotokopi, calon pengantin juga harus membawa dan memiliki dokumen asli sebagai persyaratan untuk mendaftarkan perkawinan Anda. Di samping surat perkawinan yang didapatkan dari pihak pemuka agama, Anda juga harus mempersiapkan dokumen asli lainnya seperti formulir catatan pernikahan, surat pengantar dari pihak kelurahan setempat dan pas foto istri beserta suami secara berdampingan berukuran 4 x 6 sebanyak 5 lembar.

  1. Melampirkan Surat Izin

Persyaratan ini penting sekali bagi Anda maupun pasangan yang bekerja sebagai anggota Polri atau TNI dan pasangan belum cukup umur. Anggota Polri atau TNI harus membawa surat izin dari atasan saat mengajukan pendaftaran perkawinan di kantor Dukcapil. Sementara bagi pasangan belum cukup umur secara hukum untuk menikah, ada beberapa dokumen yang wajib dilengkapi, diantaranya surat izin dari kedua orang tua mempelai yang usianya belum genap 21 tahun, surat izin dari pihak Pengadilan Negeri jika mempelai pria berumur di bawah 19 tahun dan atau mempelai wanita yang usianya belum genap 16 tahun, serta melampirkan surat izin dari pihak Pengadilan Negeri untuk mempelai yang usianya belum genap 21 tahun.

  1. Batas Waktu Keterlambatan Pendaftaran Pernikahan

Lakukan pendaftaran perkawinan sesegera mungkin di kantor Dukcapil sesudah kedua mempelai resmi dinyatakan menjadi pasangan suami istri. Perhatikan pula batas waktu pendaftaran perkawinan, sebab jika pendaftaran pernikahan dilakukan melebihi batas waktu yang telah ditentukan Anda harus membayar denda dengan jumlah yang disesuaikan tergantung ketentuan setiap daerah.

Baca Juga :  Bingkisan Pesta Anak Usia Balita dari grosir souvenir ulang tahun

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan tentang keterlambatan atau batas waktu pendaftaran dan pelaporan pernikahan sesuai peraturan daerah tentang pencatatan perkawinan diantaranya :

Pencatatan perkawinan dilakukan selambat-lambatnya 60 hari dari tanggal sah perkawinan.

Surat akad pernikahan dari pihak pemuka agama selambat-lambatnya dilegalisasi 60 hari sesudah tanggal sah perkawinan.

Pengajuan pendaftaran pernikahan dilakukan paling minimal sepuluh hari sebelum waktu/tanggal pencatatan.

  1. Biaya Pembuatan Akta Nikah

Sebaiknya tanyakan ke dinas Capil di wilayah Anda untuk memperoleh informasi resmi tentang biaya pembuatan surat/akta pernikahan sesuai peraturan yang berlaku. Setelah itu, Anda bisa meminta tanda terima atau kuitansi sesudah melakukan transaksi.

Poin-poin cara mengurus pernikahan ke pencatatan sipil di atas penting sekali untuk dipersiapkan agar menghindari kesulitan saat terjadi keterlambatan pencatatan pendaftaran pernikahan. Mengingat tak hanya dikenakan denda saja, tetapi bisa juga muncul masalah lainnya akibat Anda terlambat mendaftarkan perkawinan sah Anda.

Terima kasih telah mengunjungi dan membaca artikel kami (jangan lupa cek juga katalog produk bahan souvenir kami) dan bagi Anda yang sedang mencari bahan souvenir dengan kualitas premium temukan di web kami di bahansouvenirmurah.com

KATALOG PRODUK KAMI

Souvenir | Undangan | Mahar | Hantaran Seserahan